Jawaban: Berdoa dalam nama Yesus diajarkan dalam Yohanes 14:13-14, “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Beberapa orang dengan salah menerapkan ayat ini dan beranggapan bahwa asal mengatakan “dalam nama Yesus” pada akhir dari doa maka Tuhan akan selalu mengabulkan apasaja yang diminta. Ini pada dasarnya memperlakukan “dalam nama Yesus” seperti sebuah mantra. Hal ini sama sekali tidak Alkitabiah.
Berdoa dalam nama Yesus berarti berdoa dengan otoritas Yesus dan minta kepada Allah Bapa untuk menjawab doa kita karena kita datang dalam nama anakNya, Yesus. Berdoa dalam nama Yesus memiliki arti yang sama dengan berdoa sesuai dengan kehendak Allah. “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya” (1 Yohanes 5:14-15). Berdoa dalam nama Yesus berarti berdoa untuk hal-hal yang menghormati dan memuliakan Yesus.
Mengucapkan “dalam nama Yesus” pada akhir dari doa bukanlah sebuah mantra. Jika apa yang Anda minta dalam doa bukanlah untuk kemuliaan Tuhan dan bukan sesuai dengan kehendakNya, mengatakan “dalam nama Yesus” tidak ada artinya. Yang penting adalah berdoa dengan sungguh-sungguh dalam nama Yesus dan bagi kemuliaanNya; bukan sekedar menempelkan kata-kata tertentu pada akhir dari doa. Dalam doa, bukan kata-katanya yang penting, tapi maksud dari doa itu. Berdoa untuk hal-hal yang sesuai dengan kehendak Tuhan pada hakekatnya adalah berdoa dalam nama Yesus.
Kamis, 24 Februari 2011
Senin, 21 Februari 2011
Pengemis ATAU Orang Kaya
KIS 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunya, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
Penghuni Bait Allah ada terdiri dari berbagai macam orang! Dari orang yang paling rohani, paling hancur dan mereka yang tergolong orang kaya atau kelompok selebritis semua bergabung dalam satu wadah gereja! Namun Petrus dan Yohanes menjumpai seorang lumpuh yang perpredikat sebagai pengemis!
Kalau gereja dihuni oleh orang-orang seperti ini tentu pemandangannya sangat tidak enak dilihat! Berbeda dengan orang-orang farisi yang kalau ibadah mereka berjubahkan hiasan permata dan aneka asesoris rohani dileher atau di jubah mereka kelihatannya sedap dilihat!
Namun tidak banyak disadari mentalitas orang di gereja banyak seperti yang dijumpai oleh Petrus yakni pengemis yang lumpuh yang hanya mengharapkan mendapat sesuatu dari kehadirannya di gereja! Yesus Kristus bukan sebuah komoditas yang hanya secuil berkat dan sebongkah mujizat! Dia lebih dari segala sesuatunya yang kita harapkan, Efesus 3:20 mengatakan : “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Banyak orang datang di gereja berada dalam posisi lumpuh sejak lahir barunya! Kaki rohaninya tidak bisa berjalan melangkah memberitakan Injil! Kakinya tidak kuat harus digendong kalau berjalan! Sebab kaki rohani inilah yang menjadi tolok ukur dimana seseorang mampu memberitakan Injil! Kaki ini bukan bentuknya dua seperti kaki kita melainkan sebuah kemampuan untuk melangkah berani memberitakan kebenaran! Yesaya 52:7 Mengatakan : “ Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
Orang dapat dikatakan lumpuh di gereja bukan mereka yang memakai kursi roda saja melainkan mereka yang berjalan dengan kaki yang kuat tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memberitakan Injil kepada orang lain! Mereka yang tidak pernah dikatakan indah oleh orang lain karena Injil yang diberitakan termasuk kategori lumpuh! Memberitakan Injil ini bukan berkotbah atau mengadakan kesembuhan Illahi atau mengadakan kebangunan rohani melainkan dengan sikap hidup yang baik maka seseorang dapat tertarik mengikut Yesus! Orang yang lumpuh adalah orang yang tidak dapat menjadi saksi sehingga nama Yesus di kenal! Bila seseorang tidak mampu menghadirkan Yesus dengan tingkah laku dan tutur katanya maka mereka termasuk orang-orang seperti yang dijumpai oleh Petrus dan Yohanes!
Tipe orang seperti inilah yang datang di gereja hanya membutuhkan Allah untuk mencukupi kebutuhannya dan menyelesaikan masalahnya! Padahal kalau mau jujur Yesus tidak perlu kita minta Dia sudah tahu pasti bahwa kita memerlukan semua itu! Matius 6:32 mengatakan : “ Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Yesus Kristus mengharapkan kita tidak terkonsentrasi di daerah problem saja di gereja, Dia bukan komoditas untuk kepentingan sesaat melainkan Dia adalah Tuhan yang layak disembah! Dia sudah berjanji bila kita mencari kerajaanNya terlebih dahulu maka semua itu akan ditambahkan kepada kita (Mat 6:33)
Mentalitas pengemis ini sama seperti kebanyakan orang yang member kolekte sedikit ingin mendapatkan yang banyak! Tuhan seperti ikan yang dipancing dengan umpan sedikit! Padahal Dia Allah yang tidak pernah berhutang! Petrus pernah menantang Yesus, bahwa dia telah berkorban dan meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia, terus apa yang mereka peroleh? Yesus menjawab dengan tegas, “ Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Mat 19:29).
Inilah Pikiran duniawi dengan memanfaatkan Kristus sebagai pemenuhan kebutuhan dan ambisi! Petrus tidak berhenti disini, detik-detik terakhir kenaikan Kristus, Petrus dan murid-murid lainnya masih bertanya, “ Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" ( Kis 1:6)! Ini sebuah kehidupan rohani yang fatal, memang Tuhan melakukan mujizat, Dia provider kita menyediakan segala sesuatunya sebagai Jehova jireh namun semua itu merupakan bonus bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia!
Ketika Keluarga Elimelek berniat meninggalkan Betlehem yang berarti rumah roti itu dan pergi meninggalkan rumah Allah maka Mereka pergi dengan harapan memperoleh sesuatu untuk kepentingannya, tetapi justru Allah membuat miskin! RUT 1:21 mengatakan : “ Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." Merupakan pelajaran yang penting, bahwa kita tidak boleh meninggalkan Betlehem artinya meninggalkan iman kita kepada Tuhan! Atau berpikir hal yang salah dalam beribadah
Datang beribadah itu merupakan bentuk sukacita, Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." (Maz 122:1)! Mengapa ibadah dapat dikatakan sukacita? Karena Ibadah adalah perjumpaan dengan Tuhan dalam keintiman yang luar biasa nikmatnya, lebih dari kenikmatan dunia ini! Ibadah adalah mempersembahkan korban kepada Tuhan! Ibadah merupakan ungkapan syukur kepada Allah (Roma 12:1-2) dan membawa korban kepada Tuhan! Ada janda miskin yang memberi dua peser atau satu duit saja, tetapi Yesus mengatakan “ Maka dipanggilNya murid-muridNya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini member lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan (mark 12:43). Inilah orang kaya di gereja bukan seperti pengemis yang lumpuh sebab dua-duanya ada di bait Allah, yang manakah saudara?
Penghuni Bait Allah ada terdiri dari berbagai macam orang! Dari orang yang paling rohani, paling hancur dan mereka yang tergolong orang kaya atau kelompok selebritis semua bergabung dalam satu wadah gereja! Namun Petrus dan Yohanes menjumpai seorang lumpuh yang perpredikat sebagai pengemis!
Kalau gereja dihuni oleh orang-orang seperti ini tentu pemandangannya sangat tidak enak dilihat! Berbeda dengan orang-orang farisi yang kalau ibadah mereka berjubahkan hiasan permata dan aneka asesoris rohani dileher atau di jubah mereka kelihatannya sedap dilihat!
Namun tidak banyak disadari mentalitas orang di gereja banyak seperti yang dijumpai oleh Petrus yakni pengemis yang lumpuh yang hanya mengharapkan mendapat sesuatu dari kehadirannya di gereja! Yesus Kristus bukan sebuah komoditas yang hanya secuil berkat dan sebongkah mujizat! Dia lebih dari segala sesuatunya yang kita harapkan, Efesus 3:20 mengatakan : “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Banyak orang datang di gereja berada dalam posisi lumpuh sejak lahir barunya! Kaki rohaninya tidak bisa berjalan melangkah memberitakan Injil! Kakinya tidak kuat harus digendong kalau berjalan! Sebab kaki rohani inilah yang menjadi tolok ukur dimana seseorang mampu memberitakan Injil! Kaki ini bukan bentuknya dua seperti kaki kita melainkan sebuah kemampuan untuk melangkah berani memberitakan kebenaran! Yesaya 52:7 Mengatakan : “ Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
Orang dapat dikatakan lumpuh di gereja bukan mereka yang memakai kursi roda saja melainkan mereka yang berjalan dengan kaki yang kuat tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memberitakan Injil kepada orang lain! Mereka yang tidak pernah dikatakan indah oleh orang lain karena Injil yang diberitakan termasuk kategori lumpuh! Memberitakan Injil ini bukan berkotbah atau mengadakan kesembuhan Illahi atau mengadakan kebangunan rohani melainkan dengan sikap hidup yang baik maka seseorang dapat tertarik mengikut Yesus! Orang yang lumpuh adalah orang yang tidak dapat menjadi saksi sehingga nama Yesus di kenal! Bila seseorang tidak mampu menghadirkan Yesus dengan tingkah laku dan tutur katanya maka mereka termasuk orang-orang seperti yang dijumpai oleh Petrus dan Yohanes!
Tipe orang seperti inilah yang datang di gereja hanya membutuhkan Allah untuk mencukupi kebutuhannya dan menyelesaikan masalahnya! Padahal kalau mau jujur Yesus tidak perlu kita minta Dia sudah tahu pasti bahwa kita memerlukan semua itu! Matius 6:32 mengatakan : “ Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Yesus Kristus mengharapkan kita tidak terkonsentrasi di daerah problem saja di gereja, Dia bukan komoditas untuk kepentingan sesaat melainkan Dia adalah Tuhan yang layak disembah! Dia sudah berjanji bila kita mencari kerajaanNya terlebih dahulu maka semua itu akan ditambahkan kepada kita (Mat 6:33)
Mentalitas pengemis ini sama seperti kebanyakan orang yang member kolekte sedikit ingin mendapatkan yang banyak! Tuhan seperti ikan yang dipancing dengan umpan sedikit! Padahal Dia Allah yang tidak pernah berhutang! Petrus pernah menantang Yesus, bahwa dia telah berkorban dan meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia, terus apa yang mereka peroleh? Yesus menjawab dengan tegas, “ Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Mat 19:29).
Inilah Pikiran duniawi dengan memanfaatkan Kristus sebagai pemenuhan kebutuhan dan ambisi! Petrus tidak berhenti disini, detik-detik terakhir kenaikan Kristus, Petrus dan murid-murid lainnya masih bertanya, “ Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" ( Kis 1:6)! Ini sebuah kehidupan rohani yang fatal, memang Tuhan melakukan mujizat, Dia provider kita menyediakan segala sesuatunya sebagai Jehova jireh namun semua itu merupakan bonus bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia!
Ketika Keluarga Elimelek berniat meninggalkan Betlehem yang berarti rumah roti itu dan pergi meninggalkan rumah Allah maka Mereka pergi dengan harapan memperoleh sesuatu untuk kepentingannya, tetapi justru Allah membuat miskin! RUT 1:21 mengatakan : “ Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." Merupakan pelajaran yang penting, bahwa kita tidak boleh meninggalkan Betlehem artinya meninggalkan iman kita kepada Tuhan! Atau berpikir hal yang salah dalam beribadah
Datang beribadah itu merupakan bentuk sukacita, Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." (Maz 122:1)! Mengapa ibadah dapat dikatakan sukacita? Karena Ibadah adalah perjumpaan dengan Tuhan dalam keintiman yang luar biasa nikmatnya, lebih dari kenikmatan dunia ini! Ibadah adalah mempersembahkan korban kepada Tuhan! Ibadah merupakan ungkapan syukur kepada Allah (Roma 12:1-2) dan membawa korban kepada Tuhan! Ada janda miskin yang memberi dua peser atau satu duit saja, tetapi Yesus mengatakan “ Maka dipanggilNya murid-muridNya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini member lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan (mark 12:43). Inilah orang kaya di gereja bukan seperti pengemis yang lumpuh sebab dua-duanya ada di bait Allah, yang manakah saudara?
"PRAJURIT DAN PAHLAWAN" 1 Sam 16:14-16
"Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman. ""
Oleh karena dosa Saul Roh Tuhan mundur dari padanya sebaliknya roh jahat datang mengganggu dia. Di dalam ayat-ayat di atas dikatakan roh jahat itu dari pada Tuhan. Bagaimanakah pengertian yang sebenarnya? Apakah Tuhan mengutus roh jahat untuk mengganggu manusia? Pengertiannya tidak demikian. Tuhan pemegang otoritas yang tertinggi jadi kalau ada roh jahat yang mau mengganggu orang yang percaya itu harus seijin Tuhan.
Contohnya kasus Ayub. Tuhan memberikan ijin kepada Iblis untuk mendatangkan pencobaan kepada Ayub.
Konsekuensi dari mundurnya Roh Allah dari seseorang yaitu tiadanya penyertaan Allah bagi orang tersebut. Penyertaan Tuhan di dalam kehidupan seseorang sangat penting. Apabila kita ingin hidup di dalam penyertaan Tuhan hindarkanlah diri dari berbuat dosa dan hiduplah di dalam penundukan atau ketaatan.
Apakah yang dialami oleh seseorang yang disertai Tuhan? Orang yang disertai Tuhan dibuatNya hidup orang itu berhasit walau ibaratnya kedudukan orang itu rendah sekalipun apa yang diperbuatnya dibuat Tuhan berhasil.
Contoh Yusuf di dalam penjara.
Kej 39:21-23 - "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasiL "
Pada waktu ditaruh di tempat tinggipun, pada saat menjadi seorang raja muda tetap berhasil. Orang yang disertai Tuhan boleh dikata lewat api tidak terbakar, lewat banjir tidak hanyut.
Yes 43:2 - "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. "
Ingat riwayat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Tuhan mengasihi ciptaanNya yang dibentukNya, yang sudah ditebusNya dan dipanggilNya menjadi kepunyaanNya sendiri. Jadi posisi sebagai orang percaya kepada Tuhan, menjadi milik Tuhan itu sangat penting. Dia istimewa, dia spesial, dia tidak semata-mata hanya sebagai makhluk ciptaan.
Yes 41:10 –“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan; bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. "
Orang yang disertai Tuhan diteguhkan Tuhan, ditolong Tuhan, dia dipegang oleh tangan kanan Tuhan yang membawa kemenangan. Perlu diperhatikan bahwa orang yang disertai Tuhan bukannya tanpa masalah tetapi pada saat menghadapi masalah Tuhan menolongnya sehingga membuat dia tidak goyah.
Menjadi Prajurit
1. Untuk menjadi prajurit seseorang perlu dilatih.
Dia perlu memiliki penundukan terus menerus kepada komandannya dan kepada setiap otoritas yang mewakili komandannya. Sebagai contoh: Pada saat sepasukan prajurit diterjunkan di medan pertempuran sebagian ditugaskan sebagai pengintai, sebagian dijadikan orang yang memancing musuh, sebagian menjadi backing perlindungan. Walaupun yang dijadikan pemancing musuh itu menjadi umpan musuh dan sangat membahayakan nyawanya tetapi seorang prajurit harus selalu tunduk kepada perintah komandannya.
Tuhan menghendaki kita bukan hanya menjadi pengikut-pengikut Kristus tetapi juga menjadi prajurit-prajuritNya. Sebagai prajurit Kristus apapun yang diperintahkan oleh Tuhan sebagai otoritas tertinggi melalui FirmanNya dan melalui pemimpin-pemimpin rohani harus ditaati. Kita menjadi prajurit Kristus, sebagai prajurit kita pindah dari alam santai masuk ke dalam peperangan. Seorang prajurit Kristus perlu berjaga-jaga di dalam hidupnya dengan doa. Pada waktu malam, pada waktu dini hari, di mana kita secara tubuh lelah dan mengantuk tetapi apabila komandan menghendaki kita untuk berjaga dan berdoa kita harus tunduk. Lawan kita si Iblis sering menyerang pada saat kita terlena. Yesus adalah contoh prajurit yang baik.
Flp 2:7,8 - "melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, !a telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. "
Apakah persyaratan prajurit yang baik? Selain berlatih dia perlu mengosongkan diri. Tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Hidupnya hanya di dalam ketaatan menjalankan komando atau perintah dari komandannya. Komandannyalah yang memikirkan apa yang menjadi kebutuhannya.
2 Tim 2:3,4 - "Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. "
2. Penundukan atau ketaatan.
Seorang prajurit di dalam menjalankan tugasnya tunduk pada atasan. Entah perintahnya itu masuk akal atau tidak masuk akal ditaati. Seorang prajurit harus bergerak searah dengan perintah atasannya (Firman Tuhan) dan di bawah pimpinan Roh Kudus.
Kesaksian: Seorang pekerja gereja lulusan sekolah Alkitab membantu hamba Tuhan di kota Baah, Pulau Rote. Pada suatu hari dia mendapat dorongan Roh Kudus untuk merintis sidang sendiri. Dia minta ijin kepada gembala sidang dan atas persetujuan gembala sidang dia memulai perintisan di desa Lekik dengan banyak berdoa dan berpuasa. Pada suatu hari dia mendengar suara Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang sunyi dalam hutan. Dia taat. Akhirnya dia menemukan sebuah pondok dan di dalamnya ada orang yang terbaring sakit lurnpuh. Dia lawat orang ini dan didoakan setiap hari sampai orang tersebut sembuh dan bisa berjalan. Dia mendapat satu jiwa untuk modal perintisan. Dari ketaatannya kepada Tuhan jiwa-jiwa ditambahkan. Mulai dari membangun pondok tempat ibadah dari ranting-ranting akhirnya dia dapat membangun gedung permanen, melayani dengan dibantu beberapa pengerja. Pernah dimasukkan ke dalam penjara karena Injil tetapi dia disertai Tuhan, dibebaskan dan pekerjaan Tuhan tetap berkembang. Ibu Mary pernah melayani sidang tersebut tahun 1983. Di dalam ketaatannya untuk menderita dan di dalam ketekunannya untuk berjuang seorang prajurit yang disertai Tuhan pasti kokoh dan berhasil.
Ada kesaksian yang lain. Seorang ibu sedang memasak. Dia disuruh Tuhan untuk meninggalkan dapur dan pergi ke depan rumah. Dia melihat ada satu keluarga sedang pindah rumah. Keluarga baru ini tinggal di belakang rumahnya. Ibu ini menyambut keluarga baru tersebut, memberi minum kepada mereka dan mulai bersahabat.
Pada suatu hari tetangga barunya ada yang jatuh sakit. Dia datang untuk mendoakan, orang tersebut disembuhkan Tuhan dan menjadi percaya kepada Tuhan.
Bagaimana sebaiknya kita meresponi panggilan Tuhan untuk ikut menderita sebagai prajurit. Katakan Tuhan aku siap, aku mau taat, apabila bagian ini dari Tuhan jadilah tetapi apabila bukan dari Tuhan batalkanlah.
Sikap ketaatan memang mengandung resiko.Tetapi perbuatan ketaatan mengandung mujizat.
Contoh perjamuan kawin di Kana. Pada saat anggur perjamuannya habis Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. Sebenamya tempayan itu biasa dipakai untuk menampung air atau untuk mencuci tangan dan kaki. Setelah enam tempayan tersebut dipenuhi dengan air Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk mencedok dan mencicipinya. Ternyata air tersebut berubah menjadi anggur. Kapan perubahan ini terjadi tidak ada yang mengetahui.
Apa yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan tampaknya tidak logis tetapi pada saat pelayan-pelayan itu taat mereka mengalami mujizat.
3. Mengosongkah diri dan merendahkan diri.
Apa arti mengosongkan diri dan merendahkan diri? Dikaitkan dengan sikap ketaatan mengosongkan diri berarti tidak punya hak untuk protes. Pengertiannya juga tidak punya keinginan yang ngotot atau hendak dipaksakan.
Mengosongkan diri berarti menurut, pasrah, menyerah tetapi tidak cuek atau apatis atau tidak mau peduli, tidak mau pusing dan tidak ngambeg. Seluruh hidup kita menjadi milik Tuhan dan haknya Tuhan. Dia yang berhak menentukan segala segi dalam kehidupan kita termasuk apa sekolah kita, jurusan yang kita ambil, jodoh kita, kapan menikah, tempat kediaman, profesi, juga tempat pelayanan.
4. Milikilah prinsip bahwa pilihan Tuhan selalu yang terbaik.
a. Milikilah sikap agar supaya keinginan Tuhan yang selalu terjadi dan bukan keinginan kita.
b. Emosi, pendapat sendiri tak perlu kita pertahankan dengan ngotot. Bahkan kita tidak boleh protes sebab kita sedang diproses. Apabila kita selalu ngotot dengan keinginan sendiri kita akan menjadi egois dan keras kepala. Ada bahaya apabila kita selalu berhasil bisa menjadi sombong.
Kita diproses Tuhan supaya memiliki sikap tabah, tekun, sabar, ulet, lembut dan rendah hati, Tuhan ingin melahirkan satu kepribadian yang berkarakter indah seperti bejana yang berkualitas, berharga dan indah bentuknya. Misalnya saja kita menghadapi ejekan dan olokan tanpa sakit hati.
Bahkan kalau perlu kita bisa ikut tertawa pada saat ditertawakan. Kita harus tetap bisa mengasihi walau ditolak atau tidak disukai.
Dalam proses penundukan di mana hak kita harus dilepaskan atau tidak dihargai kita harus bisa menjadi makin kuat. Dalam proses penundukan itu sedang terjadi pembentukan pribadi atau karakter. Orang yang sedang mengalami proses perlu menghilangkan keinginan untuk dipuji atau ditonjolkan karena dia ingin menjadi seperti Kristus yang mengosongkan diriNya. Perubahan hidup, perubahan wawasan, perubahan kepribadian dan karakter selama mengalami proses itu sendiri adalah suatu mujizat atau keajaiban.
Hati-hati dengan suara Tuhan: Kalau Tuhan berkata "Aku mau meninggikan engkau". Jangan cepat-cepat tertawa, mungkin anda mau disalib. Yusuf dijanjikan menjadi seorang raja melalui mimpi-mimpi indahnya tetapi untuk menjadi seorang raja yang diperkenan Allah ternyata Yusuf harus melalui proses panjang direndahkan dulu, mengosongkan diri dulu, ditolak dulu. la dimusuhi oleh abang-abangnya sendiri, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak belian, bekerja sebagai seorang budak. Mana mungkin seorang budak menjadi raja. Tetapi itulah proses Tuhan. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sebagai budak dia difitnah dan dipenjarakan. Itulah proses penundukan diri yang paling rendah berada di lembah yang paling dalam. Selama proses pahit yang panjang belasan tahun dia tidak pemah marah atau berontak atau meninggalkan Tuhan. Dia tetap mempertahankan kwalitas hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan berkenan akan Yusuf dan meninggikan dia pada waktunya dengan memiliki karakter yang sepadan dengan tujuan Allah dalam hidupnya.
Istri perlu tunduk kepada suami. Istri yang mengosongkan dirinya dalam penundukan kepada suami, maka Tuhan sendiri yang akan menjamah suaminya. Apa yang membuat kite sulit diproses? Ego kita, harga diri kita, dan karena kita mempertahankan hak, kita sulit pada saat diproses. Kita cenderung untuk berontak, membelot, melawan, sakit hati dan menyebarkan akar yang pahit.
Penilaian Tuhan Yang Tepat
Tidak ada yang dapat menilai kita dengan tepat kecuali Tuhan. Apabila Allah mengambil semuanya dari kita tidak ada yang bisa menolong kita. Allah memang seringkali berlawanan dengan cara kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa merubah manusia kecuali Tuhan. Ada bagian yang harus kita lakukan tetapi ada bagian yang Tuhan lakukan. Kita juga tidak dapat menuntut Tuhan untuk melakukan segala sesuatu bagi kita. Bagian kita adalah penundukan.
Berdiri Di Tempat Yang Benar
Berdirilah di tempatmu yang benar. Ketahuilah batasan-batasan wewenangmu dan tugasmu. Di dalam hubungan rumah tangga apabila suami baik janganlah kita ngelonjak atau dominan terhadap suami. Tempatkan suami tetap sebagai kepala dalam rumah tangga. Jangan sampai karena suami baik lalu istri kurang memperhatikan aturan serta bebas merdeka semaunya. Allah menuntut bagian kita untuk dilakukan sebelum Dia melakukan bagianNya yang mendatangkan mujizat atau kebaikan.
Kejujuran Seorang Gelandangan Yang Membawa berkat
Ini merupakan sebuah kisah nyata dimana ketika kita jujur dan mengembalikan apa yang menjadi milik orang lain, maka Tuhan akan melihat dan memberikan balasan yang setimpal.
Kantor berita Associated Press mengisahkan, Dave Tally (49) baru saja sembuh dari kecanduannya terhadap obat-obatan terlarang dan alkohol. Dia berasal dari Kota Tempe di negara bagian Arizona dan dia merupakan seorang tunawisma.
Saat dia pulang dari membetulkan sepeda, Tally menemukan kantong tas berisi uang sebesar US$ 3.300 atau sekitar Rp 27.9 juta. Tally langsung memberikan tas beserta isinya tersebut ke sebuah komunitas pelayan tunawisma di Tempe. Tally tidak mengambil sepeserpun dari uang tersebut, padahal uang di kantongnya telah habis untuk membetulkan sepeda.
Selidik punya selidik, ternyata tas tersebut milik Bryan Belanger, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Arizona yang kehilangan tas ketika hendak membeli mobil bekas. Bersama dengan Stephen Spark, staf komunikasi pelayan tunawisma, Tally mengembalikan uang tersebut kepada Belanger.
Kisah Tally ini kemudian diberitakan oleh radio KTAR yang langsung menjadi pembicaraan di seluruh kota. Tally dipuji sebagai pahlawan para tunawisma karena telah merubah citra mereka yang buruk. Dan lebih jauh lagi, dewan kota Tempe yang tersentuh dengan kejujurannya, membuat rekening untuk sumbangan seluruh kota.
Hasil yang terkumpul di luar dugaan. Banyak warga yang kagum malah memberikan cek kepadanya yang jumlahnya bahkan melebihi uang yang dia temukan, yaitu US$ 8.000 (sekitar 72 juta). Bahkan tidak sedikit dari warga yang juga menawarkan pekerjaan kepadanya agar Tally dapat mandiri.
Seorang dokter gigi memberikan perawatan gigi dan memberikan gigi palsu gratis kepada Tally. Seorang pengacara menawarkan jasa pro bono kepadanya untuk menangani kasus-kasus lama yang menimpanya. Dan juga, Walikota Tempe, Hugh Hallman, menganugerahkan hari ditemukan uang tersebut sebagai hari Dave Tally.
Wow, ini bukti bahwa perbuatan baik memang tidak pernah ada ruginya. Tally akan menggunakan uang yang dia peroleh itu untuk merencanakan hidupnya. Dia ingin membuka sebuah pusat pelatihan komputer dan memilih pekerjaan yang ditawarkan kepadanya. (Source : tribunnews/lh3)
* * * * *
IA menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. (Amsal 2:7,8)
Kantor berita Associated Press mengisahkan, Dave Tally (49) baru saja sembuh dari kecanduannya terhadap obat-obatan terlarang dan alkohol. Dia berasal dari Kota Tempe di negara bagian Arizona dan dia merupakan seorang tunawisma.
Saat dia pulang dari membetulkan sepeda, Tally menemukan kantong tas berisi uang sebesar US$ 3.300 atau sekitar Rp 27.9 juta. Tally langsung memberikan tas beserta isinya tersebut ke sebuah komunitas pelayan tunawisma di Tempe. Tally tidak mengambil sepeserpun dari uang tersebut, padahal uang di kantongnya telah habis untuk membetulkan sepeda.
Selidik punya selidik, ternyata tas tersebut milik Bryan Belanger, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Arizona yang kehilangan tas ketika hendak membeli mobil bekas. Bersama dengan Stephen Spark, staf komunikasi pelayan tunawisma, Tally mengembalikan uang tersebut kepada Belanger.
Kisah Tally ini kemudian diberitakan oleh radio KTAR yang langsung menjadi pembicaraan di seluruh kota. Tally dipuji sebagai pahlawan para tunawisma karena telah merubah citra mereka yang buruk. Dan lebih jauh lagi, dewan kota Tempe yang tersentuh dengan kejujurannya, membuat rekening untuk sumbangan seluruh kota.
Hasil yang terkumpul di luar dugaan. Banyak warga yang kagum malah memberikan cek kepadanya yang jumlahnya bahkan melebihi uang yang dia temukan, yaitu US$ 8.000 (sekitar 72 juta). Bahkan tidak sedikit dari warga yang juga menawarkan pekerjaan kepadanya agar Tally dapat mandiri.
Seorang dokter gigi memberikan perawatan gigi dan memberikan gigi palsu gratis kepada Tally. Seorang pengacara menawarkan jasa pro bono kepadanya untuk menangani kasus-kasus lama yang menimpanya. Dan juga, Walikota Tempe, Hugh Hallman, menganugerahkan hari ditemukan uang tersebut sebagai hari Dave Tally.
Wow, ini bukti bahwa perbuatan baik memang tidak pernah ada ruginya. Tally akan menggunakan uang yang dia peroleh itu untuk merencanakan hidupnya. Dia ingin membuka sebuah pusat pelatihan komputer dan memilih pekerjaan yang ditawarkan kepadanya. (Source : tribunnews/lh3)
* * * * *
IA menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. (Amsal 2:7,8)
Hidup Oleh Roh Mengalahkan Keinginan Daging
“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” Galatia 5:24-25
Tuhan senantiasa mengijinkan proses demi proses terjadi dalam hidup kita agar karakter kita dapat semakin disempurnakan hingga seperti Yesus.
Tapi dalam proses demi proses yang dijalani, keinginan daging senantiasa timbul dalam hidup kita. Sehingga pada akhirnya banyak umat Tuhan yang merasa putus asa, kenapa keinginan daging selalu mendominasi hidup mereka. Mereka menjadi bertanya-tanya, mengapa susah untuk melakukan perintah Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Galatia 5:19-21
Keinginan daging selalu bertentangan dengan keinginan Roh, demikian juga sebaliknya. Firman Tuhan menyatakan bahwa siapapun yang hidupnya masih dikuasai oleh keinginan daging tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa amarah, iri hati atau perselisihan bisa membuat kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Bukankah Yesus sendiri juga pernah marah ketika Bait Suci digunakan untuk tempat berjualan?
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Efesus 4:26
Tuhan tidak melarang kita untuk marah, tetapi biarlah amarah yang keluar tidak membawa kita kepada dosa. Maksudnya adalah jika kita membiarkan amarah kita berlarut-larut hingga menjadi dendam berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun, maka kita telah berdosa di hadapan Tuhan. Jangan biarkan amarah kita terlalu lama, segera bereskan secepat mungkin agar kita tidak jatuh ke dalam dosa.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sebelum kita mengenal Yesus, keinginan daging telah begitu menguasai hidup kita. Bahkan keinginan daging telah menjadi suatu hal yang biasa dalam hidup kita. Oleh karena itu ketika kita mengenal Yesus, walau hati kita sudah percaya kepadaNya, tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan lama. Kita harus selalu berusaha agar keinginan daging tidak menguasai hidup kita.
Bagaimana agar keinginan daging tidak lagi menguasai hidup kita? Kuncinya adalah dengan hidup oleh Roh.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” Galatia 5:16
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22-23
Buah Roh hanya keluar ketika kita hidup di dalam Firman Tuhan, menjaga kehidupan doa, dan senantiasa melakukan apa yang menjadi perintahNya. Ketika kita hidup di luar Tuhan, maka kita tidak dapat hidup berbuah.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Yohanes 15:4
Hanya hidup yang memiliki buah Roh-lah yang dapat mengalahkan segala keinginan daging yang timbul. Rasa amarah akan dikalahkan oleh kesabaran. Segala percabulan, kecemaran dan hawa nafsu akan dikalahkan oleh penguasaan diri. Kejahatan, perselisihan, iri hati, percideraan dan lainnya akan dikalahkan oleh kebaikan.
Hiduplah di dalam Tuhan, hiduplah oleh Roh, sehingga karakter kita akan menjadi semakin sempurna seperti Yesus.
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Matius 5:48
Doa:
Tuhan ampuni kami jika selama ini kami masih mengikuti segala keinginan daging yang timbul. Mampukan kami agar kami dapat hidup oleh Roh. Bimbing kami dengan FirmanMu agar kami dapat mengalahkan segala keinginan daging yang timbul. Biarlah hidup kami semakin berkenan di hadapanMu dan mengeluarkan buah banyak bagi kemuliaan nama Tuhan.
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” Galatia 5:24-25
Tuhan senantiasa mengijinkan proses demi proses terjadi dalam hidup kita agar karakter kita dapat semakin disempurnakan hingga seperti Yesus.
Tapi dalam proses demi proses yang dijalani, keinginan daging senantiasa timbul dalam hidup kita. Sehingga pada akhirnya banyak umat Tuhan yang merasa putus asa, kenapa keinginan daging selalu mendominasi hidup mereka. Mereka menjadi bertanya-tanya, mengapa susah untuk melakukan perintah Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Galatia 5:19-21
Keinginan daging selalu bertentangan dengan keinginan Roh, demikian juga sebaliknya. Firman Tuhan menyatakan bahwa siapapun yang hidupnya masih dikuasai oleh keinginan daging tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa amarah, iri hati atau perselisihan bisa membuat kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Bukankah Yesus sendiri juga pernah marah ketika Bait Suci digunakan untuk tempat berjualan?
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Efesus 4:26
Tuhan tidak melarang kita untuk marah, tetapi biarlah amarah yang keluar tidak membawa kita kepada dosa. Maksudnya adalah jika kita membiarkan amarah kita berlarut-larut hingga menjadi dendam berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun, maka kita telah berdosa di hadapan Tuhan. Jangan biarkan amarah kita terlalu lama, segera bereskan secepat mungkin agar kita tidak jatuh ke dalam dosa.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sebelum kita mengenal Yesus, keinginan daging telah begitu menguasai hidup kita. Bahkan keinginan daging telah menjadi suatu hal yang biasa dalam hidup kita. Oleh karena itu ketika kita mengenal Yesus, walau hati kita sudah percaya kepadaNya, tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan lama. Kita harus selalu berusaha agar keinginan daging tidak menguasai hidup kita.
Bagaimana agar keinginan daging tidak lagi menguasai hidup kita? Kuncinya adalah dengan hidup oleh Roh.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” Galatia 5:16
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22-23
Buah Roh hanya keluar ketika kita hidup di dalam Firman Tuhan, menjaga kehidupan doa, dan senantiasa melakukan apa yang menjadi perintahNya. Ketika kita hidup di luar Tuhan, maka kita tidak dapat hidup berbuah.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Yohanes 15:4
Hanya hidup yang memiliki buah Roh-lah yang dapat mengalahkan segala keinginan daging yang timbul. Rasa amarah akan dikalahkan oleh kesabaran. Segala percabulan, kecemaran dan hawa nafsu akan dikalahkan oleh penguasaan diri. Kejahatan, perselisihan, iri hati, percideraan dan lainnya akan dikalahkan oleh kebaikan.
Hiduplah di dalam Tuhan, hiduplah oleh Roh, sehingga karakter kita akan menjadi semakin sempurna seperti Yesus.
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Matius 5:48
Doa:
Tuhan ampuni kami jika selama ini kami masih mengikuti segala keinginan daging yang timbul. Mampukan kami agar kami dapat hidup oleh Roh. Bimbing kami dengan FirmanMu agar kami dapat mengalahkan segala keinginan daging yang timbul. Biarlah hidup kami semakin berkenan di hadapanMu dan mengeluarkan buah banyak bagi kemuliaan nama Tuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)



