Jumat, 25 November 2011

ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA HAL

Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah, (Roma 8:28). Ayat ini tidak pernah kau temukan di dalam buku-buku klasik dari Gerika kuno. Juga penginterpretasian yang begitu tepat dan akurat, begitu baik dan total seperti ayat ini tidak akan dapat kau temukan dalam buku-buku Aristotle, Plato, Socrates, Heraclitos, Lucresius, Empedocles, Homer. Kau tidak mungkin dapat menemukan ayat yang seindah ayat ini di dalam filsafat Descrates,
Kiekegaard, ataupun Kant. Satu-satunya sumber bijaksana yang begitu besar di dalam alam semesta, yaitu Roh Kudus, mewahyukan kebenaran kepada manusia melalui Rasul-Nya, Paulus, sehingga dia mengatakan kalimat yang mengandung makna yang amat dalam ini. Paulus menemukan kunci untuk mengerti segala sesuatu berdasarkan wahyu Tuhan kepada manusia. Kita melihat ayat ini menonjol sendiri di dalam seluruh Alkitab. Ayat ini sangat unik, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, peristiwa yang besar atau yang kecil, yang menyenangkan atau yang menyusahkan, pengalaman yang pahit atau manis, yang mematikan atau menghidupkan, yang menguntungkan atau merugikan, mempunyai hubungan satu dengan yang lain, dan Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu, atau Allah bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan faedah bagi orang yang mengasihi-Nya. Untuk menterjemahkan ayat ini saja terdapat begitu banyak versi, sebab begitu banyak kemungkinan menurut bentuk dari bahasa aslinya. Dikatakan di sini kita tahu bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu; God is working with all things, in everything He works; Allah bekerja di dalam segala sesuatu atau yang diterjemahkan di sini menjadi 'Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu'
. Terjemahan bahasa Mandarin: di dalam segala sesuatu ada kekuatan yang bekerja bersama untuk mendatangkan faedah bagi mereka yang mencintai Tuhan. Terjemahan NSV, ayat ini dikaitkan dengan ayat sebelumnya, bahwa Roh Kuduslah yang turut bekerja di dalam segala sesuatu yang terjadi, sehingga barangsiapa yang mencintai Tuhan mendapatkan profit dan kebaikan. Terjemahan bahasa Indonesia cukup indah, tetapi istilah turut bekerja kurang mencerminkan Allah sebagai inisiator. Allah Sebagai Inisiator
 .Because all things work together for good to those who love God. And God is working within all things; Allah ikut bekerja dalam segala sesuatu. Allah bekerja untuk mengatur segala sesuatu. Dia bukan hanya ikut-ikutan bekerja sebagai oknum yang pasif. Dia adalah inisiator yang mengontrol, memonitor dan menguasai sejarah. 

Yoh. 55-65 : Daging dan darah Kristus adalah makanan yang sesungguhnya.

1. Ditengah-tengah situasi kehidupan masyarakat Yahudi yang sulit saat itu, dibawah pemerintahan kekaisaran Romawi, rakyat menderita dan tak sedikit yang mengalami kelaparan, tidak mudah mendapatkan makan dan minuman yang bisa membuat mereka tetap bertahan hidup. Sambil melewati hari-harinya yang sulit, mereka menanti-nantikan kedatangan Kristus juruselamat yang akan memberikan/membawa pembebasan bagi mereka.

2. Dalam situasi yang seperti inilah Yesus hadir di tengah – tengah mereka, Ia mengadakan tanda-tanda mukjijat, salah satunya adalah memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Tanda-tanda ini sangat menakjubkan orang-orang yang mengikuti Yesus, bahkan peristiwa ini membuat mereka ingin mengangkat Yesus menjadi raja atas mereka, sebab menurut mereka Yesuslah jawaban atas semua keadaan sulit saat itu. Tapi Yesus menghilang/ menjauh dari mereka. Dari Tiberias (tempat Ia membuat mukjijat memberi makan 5000 orang) menuju Kapernaum. Namun orang-orang banyak yang sudah menikmati roti dan ikan yang atasnya Yesus mengucap syukur , mereka mencari-cari Yesus sampai ke Kapernaum. Karena Yesus adalah Allah, maka Ia tahu tujuan mereka mencari Yesus, Yesus berkata bahwa mereka mencari-Nya sebab mereka telah makan dan kenyang. Padahal dibalik tanda-tanda yang Ia buat ada tujuan yang lebih penting yakni membuat orang banyak percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah untuk memberikan kehidupan yang kekal. Kedatangan Kritus bukan untuk membebaskan mereka dari penjajah Roma atau membebaskan mereka dari rasa lapar dan haus secara daging seperti yang mereka sedang alami dan pikirkan saat itu. Hidup yang hendak diberikan Yesus adalah hidup yang kekal, kebangkitan pada akhir zaman, bukan hidup yang fana yaitu hidup secara daging yang akan binasa.

3. Dialah roti dan air kehidupan, roti itu adalah daging-Nya dan minuman itu adalah darah-Nya. Siapa yang memakannya akan beroleh hidup yang kekal. Yang menjadi pertanyaan, apakah sesungguhnya maksud Yesus mengatakan bahwa daging-Nya adalah roti dan darah-Nya adalah minuman? Dalam Yoh 1:1 jelas disebutkan bahwa Firman itu telah menjadi manusia (manusia yang terdiri dari daging dan darah) dan hidup di tengah-tengah kita. Jadi jelaslah bahwa roti dan air itu yang adalah daging dan darah Kritus adalah Firman. Jadi firman itulah makanan yang memberi hidup yang kekal bagi manusia. Siapa yang makan dan minum (memasukkan) Firman itu ke dalam tubuhnya maka ia akan hidup. Ketika daging dan darah itu (Firman itu) masuk kedalam tubuh manusia maka Ia tinggal dalam diri manusia itu. Yesus mengatakan: Siapa yang tinggal di dalam Aku (Firman), Aku akan tinggal di dalam dia. Jadi Firman
harus berdiam dalam diri manusia supaya manusia itu hidup. Ada disebutkan: Perkataan-perakataan-Ku adalah roh dan roh itulah yang memberi hidup.

4. Jika orang banyak itu berbondong-bondong datang kepada Kristus untuk mendapat roti dan air kehidupan yang mereka perlukan di saat lapar dan haus, maka sekarang kita orang yang percaya tidak demikian halnya, pencarian kita akan Kritus (kita datang pada-Nya ke Bait Alalh; karena Kristus adalah Bait Allah) memang murni untuk mencari kebutuhan roh, memberi makan dan minum rohani kita yang dahaga dan lapar akan firman Tuhan. Bahkan terkadang gereja dimana kita dipanggil bersekutu dengan-Nya dirasa tidak cukup memenuhi dahaga dan lapar akan firman Tuhan, tak jarang jemaat mencari ke tempat lain, dimana lapar dan dahaga itu terpuaskan. Tapi benarkah apa yang dimakan orang pecaya dewasa ini adalah benar daging dan darah Kristus?

5. Mari kita renungkan lebih dalam lagi, dan dengarlah baik-baik apa yang disampaikan para penyaji firman menjadi santapan orang banyak. Firman Allah (Perkataan-perkataan Kristus) dianggap kurang atau tidak cukup menarik untuk disajikan atau disampaikan kepada jemaat. Perkataan para psikolog, perkataan para filsuf, perkataan – perkataan budayawan, perkataan-perkataan pelawak kondang dan humor-humor yang mengelitik memang atau mungkin ada baiknya tapi harus diingat hanya darah dan daging Kristus yang adalah firman satu-satunya pemberi hidup yang kekal, bukan yang lain. Kita hanya dapat bagian dalam kebangkitan akhir zaman jika kita memakan daging dan darh-Nya.


6. Inilah tandanya jika Firman itu tinggal didalam diri manusia (jika darah dan daging Kristus sudah dimakan) maka ia akan hidup sama seperti Kristus, ia akan hidup dalam kebenaran dan kasih, Sebab ada
disebutkan: Musa memberi Hukum Taurat tapi Kristus mengaruniakan kasih dan kebenaran. Jika dalam diri seseorang muncul, tampak atau tercermin kebenaran dan kasih, maka merekalah yang telah makan dan minum daging itu. Mulut manusia bisa berkata bahwa padanya ada firman tapi sikap yang muncul dari dirinya tak bisa dibohongi.

7. Jika ditanya, haruskah hidup yang fana ini diabaikan karena akan binasa? Dan tak perlukan kita memikirkan makanan dan minuman yang dibutuhkan tubuh jasmani manusia? Allah sudah merancang hidup kita, kita tinggal menjalaninya saja. Jika dihadapan kita ada pekerjaan yang dapat memberi roti dan air untuk dimakan secara daging, kerjakanlah dengan baik, tetapi yang terpenting adalah: bekerjalah untuk percaya, sebab itulah yang dikehendaki Allah untuk setiap orang yang sudah diserahkan kepada Kristus. Jika saat ini ada yang menderita bersabar dan berdoalah sebab jika sudah tiba waktunya, Allah akan mendengar jeritan tangis orang yang ada dalam kesusahan. Ia akan memberikan keselamatn dan mengalirkan kekayaan tepat pada waktunya. Seperti orang yang menyusu dari buah dada ibunya, dan seperti rumput muda yang tumbuh lebat demikian Allah bertindak terhadap umat pilihan-Nya (lih. bacaan). Bangsa Tuhan yang sudah lama menderita, terbuang dan terjajah di pembuangan, pada akhirnya mereka dipulihkan, bukan karena kuat dan hebat mereka tapi karena Tangan Tuhan yang kuat telah membebaskan mereka. Tak dibiarkan-Nya orang-orang pilihan itu menderita terus menerus sekalipun masih hidup di dunia yang fana ini.

8. Firman itulah Daging dan darah Kristus yang diberikan untuk dunia, makanlah dan minumlah sebab itulah yang memberi hidup yang sesungguhnya. Amin